Penelitian ini membahas pemanfaatan material limbah berupa kulit singkong, serbuk gergaji, dan serat bambu sebagai bahan alternatif untuk mengurangi kebisingan pada area genset. Ketiga material tersebut diuji berdasarkan karakteristik dan kemampuan dalam menyerap gelombang suara. Hasil pengujian menunjukkan bahwa serat bambu memiliki kemampuan peredaman suara paling tinggi, dengan penurunan kebisingan hingga 11,45 dB pada ketebalan 2 cm. Analisis menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) menunjukkan bahwa serat bambu memiliki struktur pori yang lebih terbuka dan saling terhubung sehingga lebih mampu menyerap energi suara. Penelitian kemudian menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM) untuk menentukan kondisi material yang optimal dan diperoleh komposit serat bambu dengan ketebalan sekitar 2 cm yang mampu menurunkan kebisingan hingga 12 dB. Hasil penelitian juga diterapkan dalam rancangan enclosure genset dengan mempertimbangkan aspek peredaman suara, ergonomi, dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Secara keseluruhan, penelitian menunjukkan bahwa limbah lokal seperti bambu, kulit singkong, dan serbuk gergaji memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai material peredam kebisingan yang ramah lingkungan serta dapat memberikan nilai tambah terhadap limbah.